Orang awam mungkin
mengenal istilah ini sebagai suatu ketakutan pada sesuatu yang tidak
realistis. Tidak realistis yang dimaksudkan di sini bukan berarti
"sesuatu" tersebut tidak ada, namun tidak realistis yang dimaksud di
sini adalah "sesuatu" yang menjadi objek/situasi ketakutan tersebut pada saat
kejadian sebenarnya tidak menakutkan atau membahayakan.
Secara ilmiah,
dalam buku saku wajibnya anak psikologi yang namanya PPDGJ, fobia masuk dalam
aksis I, di bawah payung Gangguan neurotik, gangguan somatoform, dan gangguan
terkait dengan stres. PPDGJ menyebut fobia ini sebagai gangguan anxietas fobik.
Anxietas atau kecemasan ini terjadi karena faktor pencetus berupa situasi atau
objek yang jelas/realistis. Jadi penyebabnya berasal dari luar diri individu.
Naah karena adanya
kecemasan ini, maka objek atau situasi tersebut kemudian akan dihindari atau
dihadapi dengan perasaan terancam oleh pelaku (atau penderita). Kecemasan ini
diiringi oleh perasaan depresi yang akan semakin memperburuk keadaan cemas.
Kasihan sekali looh kondisi orang yang mengalami fobia. Reaksi psikologisnya
bisa berupa kepanikan, wajah memucat, jantung berdebar kencang, keringat dingin
dsb.
Ada jenis-jenis fobia, diantaranya:
1. fobia pada ruangan terbuka/agorafobia (ada contoh videonya)
2. Fobia terhadap anjing
3. Fobia pada ketinggian
4. Fobia pada hewan tertentu
5. Fobia menyetir
6. Fobia naik pesawat terbang
7. Fobia pada tempat tertutup
dll...