Ini adalah pahatan dan ukiran setiap kisah., sebentuk cerita, pelajaran, cinta dan airmata di sepanjang perjalanan kehidupan.

Minggu, 02 November 2014

KEHAMILAN MINGGU KE-8 DAN KE-9

Memasuki usia kehamilan ke 8 saya mulai merasakan pusing-pusing dan mual yang terkadang disertai muntah. Rasa pusing dan mual tidak selalu menyerang di pagi hari, namun juga di sembarang waktu entah siang atau malam. Biasanya saya bisa redakan dengan meminum teh hangat. Nafsu makan mulai berkurang. Saya pun merasakan cepat capek dan malas. Jadi saya lebih banyak rebahan dan tidur-tiduran. Semenjak hamil, suami melarang saya untuk naik motor sendiri, jadi sayapun tidak bisa kemana-mana. Hiburan yang bisa saya lakukan ya hanya berlayar di internet dan menuliskan perkembangan dedek bayi dari minggu ke minggu. Masuk usia kehamilan ke-9, saya masih merasakan hal yang sama. Tapi bagi saya bulan ini terasa istimewa, sebab ada dua peristiwa bersejarah di dalamnya. Pertama, bulan ini adalah bulan kelahiran suami, dan yang kedua, di bulan ini pula kami menikah. Kehamilan ini adalah salah satu hadiah terbaik yang diberikan Alloh swt. 

USIA KEHAMILAN 7 MINGGU

Apa yang dirasakan setiap wanita hamil bisa saja berbeda-beda. Memasuki usia kehamilan 7 minggu saya masih bebas beraktivitas tanpa terganggu oleh mual dan muntah. Saya hanya merasakan peningkatan nafsu makan, sampe dibilang tambah cubby sama tetangga. Keinginan untuk makan makanan yang masam-masam dan kecut-kecut juga meningkat. Perubahan fisik yang saya rasakan terdapat pada PD yang tambah berat, lembut dan membesar. Apapun itu saya sangat happy selama proses kehamilan ini. Semoga seterusnya saya dimudahkan dan dilancarkan dalam menjalani kehamilan.


-Happypregnant-

Rabu, 15 Oktober 2014

Hamil minggu ke-6

Hamil adalah kondisi yang amat membahagiakan bagi calon orangtua yang amat mendambakan kehadiran seorang anak. Di balik kebahagiaan itu, pengorbanan orangtua terutama ibu di mulai semenjak ia masih hamil muda.

Di usia kehamilan minggu ke-6 ini saya merasakan keinginan untuk memakan makanan-makanan tertentu. Apakah ini yang di sebut ngidam? Mungkin iya. Yang membuat saya agak tertekan, makanan2 itu tidak bisa dituruti oleh suami saya karena memang tidak ada di tempat kami tinggal. Melihat raut muka saya yang begitu menginginkan, namun tidak bisa tercapai mungkin membuat suami saya sedih. Bagi saya hal ini membuat kepala saya menjadi pusing. Selain itu saya harus betul-betul menjaga asupan makanan saya ke tubuh. Sekarang, sudah tidak bisa makan sembarang makanan. Tidak boleh makan makanan yang terlalu manis, terlalu asin, terlalu masam, terlalu pedas. Tidak boleh lagi minum kopi dan tidak boleh lagi minum terlalu banyak teh. Stop makan mi instan dan makanan beku. Stop makan kripik2 yang banyak michin. Waduuuh.......ini baru yg namanya diet.

Kini sayapun harus membatasi aktivitas saya. Saya yg sebelumnya menjadi pengajar les anak-anak harus meliburkan semua anak-anak murid saya, paling tidak hingga tri semester pertama terlewati. Keluar untuk belanja harus ditemani oleh suami, karena jalan yang tidak halus membuat suami saya memperketat penjagaannya. Ini mungkin bentuk kasih sayangnya kepada saya. Kehamilan ini adalah yang pertama setelah penantian selama dua tahun, jadi suami saya benar-benar berusaha menjaga kehamilan saya agar tetap sehat dan selamat.  

Satu hal yang membuat saya agak bersedih, di tempat kami, belum ada fasilitas USG baik di bidan, puskesmas maupun dokter. Paling dekat jika mau USG kami harus pergi ke RS. Sambas. Padahal kami sudah sangat ingiin sekali melihat janin kami. Tapi hal ini tentu saja tidak bisa kami lakukan sebelum usia kehamilan saya 3 bulan. Jalan yang rusak dan sangat jauh (kurang lebih 1,5 jam) membuat kami harus menunda keinginan tersebut. Semoga nanti ada dokter dari Singkawang yang berkunjung di tempat kami dan membawa alat portable USG.

Semoga kehamilan ini berjalan dengan sehat dan lancar. Lindungi janin yang ada di rahimku ini ya Rahman. Berikanlah rezki yang melimpah dan barokah kepada suamiku, jauhkanlah kami dari gangguan jin dan manusia yang terkutuk. Amin.


PALOH RAYA (SAMBAS, KAL-BAR)

Tahu tempat ini? Saya juga tidak pernah tahu sebelumnya. Seumur hidup saya, saya habiskan di Jawa,  Jawa Tengah  tepatnya. Ke luar Jawa hanya baru di pulau Bali, itupun saat liburan sekolah. Naah, nasib memutarkan roda kehidupan saya bergulir di tempat ini. Paloh ada di Kalimantan Barat dengan Pontianak sebagai ibukota propinsinya dan Sambas sebagai kabupatennya. Ketika saya membuka situs google, belum ada yang menulis secara detail mengenai Paloh ini.  Paloh masih jauuuuuh di pelosok, menempuh sekitar 9  jam dari Pontianak jika di tempuh menggunakan perjalanan darat. Capeknya jangan di tanya, luar biasa capek pokoknya. Paloh justru lebih dekat dengan Malaysia, hanya memakan waktu 2 jam jika mau datang ke Malaysia.

Bagi yang ingin bertandang ke Paloh,  inilah rute yang biasa saya tempuh:
1.      Dari Pontianak bisa menggunakan travel atau bus. Travel ongkosnya sekitar Rp. 200.000, kalau bus  sekitar Rp. 45.000.  Bus ini biasa di sebut NEK AKI. Travelnya biasanya menggunakan mobil AVANZA. Mengenai NEK AKI atau busnya, jangan di kira busnya  akan sebagus di Jawa, kualitasnya masih jauuuuuh. Tapi kalau naik travel, suasanyanya cukup nyaman. Tapi karena tidak ada pilihan ya sudahlah, terima saja, sudah syukur ada kendaraan yang mengangkut kita menuju Paloh.  AC kendaran cukup dengan angin cepoi-cepoi saja, sebab freonnya uda habis sehingga AC aslinya ga mau nyala. Tapi ada yang unik di NEK AKI. Sepeda motor bisa diangkut di bus tersebut, bukan di dalam bus, namun dinaikkan di atas/di atap bus. Busnya hanya sebesar mobil Van, jadi tidak akan muat jika sepeda motornya diletakkan di dalam bus. Cara menaikkan sepeda motor tersebut adalah dengan mengaikan seutas tali dadung di jeruji roda, lalu kenek bus akan menariknya ke atas. Pasti memerlukan tenaga luar biasa untuk menaikkan sepeda motor tersebut.

2.       Setelah melewati Singkawang dan Sambas, kalau naik NEK AKI, maka bus akan berhenti di terminal Kartiasa. Terminal inipun tidak seluas terminal-terminal bus yang ada di Jawa. Kecil saja, bahkan saat pertama kali menjejakkan kaki di terminal ini saya tidak menyangka bahwa tempat tersebut di sebut terminal. Ada warung makan di samping terminal, kita bisa makan atau sekedar minum di warung tersebut.  Di depan terminal berderet tukang ojek. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan jasa ojek tersebut. Ongkos ojek berkisar Rp. 30.000.

3.       Tukang Ojek akan mengantarkan kita sampai di Penyeberangan Sekura. Batas perhentiannya adalah sebuah sungai yang sangat lebar. Kita bisa menyeberanginya menggunakan kapal feri, kapal sedang atau sampan. Kapal feri bisa memuat kendaraan roda empat. Kapal berukuran sedang bisa memuat lebih dari tiga motor, dan sampan bisa memuat tiga motor beserta beberapa penumpang. Ongkos menyeberang menggunakan sampan Rp. 7000.

4.       Kalau menggunakan travel, maka travel akan menurunkan kita sampai di penyeberangan. Perjalanan selanjutnya sama, yakni menyeberang sungai.

5.       Perjalanan selanjutnya ditempuh menggunakan dua alternative, Oto atau Ojek. Saya biasanya menggunakan ojek. Ongkos jasa ojek ini Rp. 75.000 sampai di Paloh. Dari Sekura hingga Paloh jalanannya berlubang-lubang dan jarang beraspal. Selama di jalan kita akan duduk terpantul-pantul di jog motor. Jalan mulus hanya bisa dinikmati dari Pontianak hingga Sambas saja. Namun sekarang, jalan yang seperti itu sudah lumayan enak, sebab baru saja dilakukan pengaspalan ulang.

Secara umum, penduduk Paloh adalah terdiri dari  penduduk lokal (melayu, dayak), pendatang dan Cina. Penduduk local memiliki mata pencaharian sebagai petani kelapa sawit/lada/karet, nelayan dan beberapa sebagai pegawai negeri. Para pendatang sebagian besar berprofesi sebagai PNS. Mereka datang karena ditugaskan di tempat ini. Kaum Cina sebagian besar berprofesi sebagai pedagang. Selama pengamatan saya, vihara yang terdapat di Paloh lebih banyak daripada masjid atau gereja. Meski sebagian besar rumah-rumah penduduk terbuat dari kayu dan beratap seng, namun vihara yang banyak terdapat di Paloh di bangun dengan mencolok dan megah. Khas seperti vihara yang ada di Jawa, dominan warna merah dan keemasan dan ornament-ornamen yang cantik. Kaum Cina juga seringkali berbicara menggunakan bahasa daerah mereka jika sedang berinteraksi dengan sesama Cina.

Rumah-rumah di Paloh sebagian besar masih berdesain rumah panggung. Meski ada rumah yang dibangun menggunakan tembok dan berbasis tanah, namun jumlahnya masih terbilang sedikit. Tonggak kayu untuk panggungnya tidak terlampau tinggi, hanya beberapa senti saja, sehingga memungkinkan untuk kendaraan motor dua masuk ke dalam rumah.

Saya pernah bertanya kenapa sebagian besar rumah beratap seng?. Dalam asumsi saya, seng akan membuat rumah menjadi sangat panas. Saya belum mendapatkan jawaban pastinya, namun kira-kira desain rumah panggunglah yang menjadi penyebabnya. Atap seng lebih ringan dibandingkan atap genting.
Cuaca di Paloh termasuk ekstrim menurut saya. Sangat panas dan silau di siang hari, namun dingin menggigit di malam hari. Kondisi cuaca yang seperti ini rawan membuat mudah sakit. Pada siang hari, jadi malas keluar rumah dan tubuh menjadi lebih cepat lelah karena cuaca panasnya.

Kondisi tanah tentu saja berbeda dengan tanah di Jawa. Secara umum tanah di pulau Kalimantan berupa tanah liat. Saya  mencoba bercocok tanam beberapa bibit sayuran yang saya bawa dari Jawa. Motivasi saya bercocok tanam karena  sayuran di Paloh sangat mahal dan pilihannya sangat terbatas. Selama dua minggu pertama berbelanja untuk kebutuhan dapur saya hanya menemukan sayur sejenis sawi , taoge besar, kacang panjang, labu, mentimun, wortel, kubis dan kentang. Cabe rawit ada tapi sedikit, tomat ada, tapi bentuknya kecil-kecil dan asam. Semua sayuran tersebut berharga mahal. Saya pernah belanja satu batang wortel, seperempat iris kubis, satu butir kentang, dua tempe ukuran kecil harganya Rp. 16.000. Kaget luar biasa, masyaalloh mahalnya. Begitu pula dengan harga ayam mentah, seperempat kilo harganya Rp. 12.000. Begitu pula harga “abrak”/ peralatan rumah tangga, semua harganya mahal. Bahan makanan yang agak murah justru dari sumber laut. Ikan dan udang lebih murah dibandingkan dengan harga Jawa. Harga udang laut seperempat kg ukuran sedang harganya Rp. 15.000.

Wisata di Paloh berupa pantai. Kata salah satu teman, pantai yang masih perawan dan masih asri sekali ada di daerah Temajuk, tapi saya belum sempat mengunjunginya. Media hiburan lainnya tidak ada. Bioskop, arena olahraga, wisata kuliner, wisata budaya, museum, alun-alun, mall, dan kegiatan hiburan lainnya tidak ada di Paloh. Kuliner di Paloh juga sangat sedikit. Mungkin saya yang tidak cocok dengan masakan orang-orang Paloh, hanya saja semuanya terasa tidak enak di mulut saya. Hanya satu warung yang cocok di lidah saya, yakni warung mas Deny. Itupun karena yang disajikan adalah masakan khas Jawa, yakni nasi goreng, mi goreng, bakso dan  sate. Harga satu porsi rata-rata Rp. 12.000. Mahal bukaaaan? Hidup di Paloh memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sebab rata-rata harga barang lebih mahal daripada  di Jawa. 

Hal yang cukup melegakan dan patut di syukuri adalah sudah ada bidan, dokter dan puskesmas di Paloh, juga ada sekolah dari tingkat TK hingga SMA. Ada pasar meski harganya mahal dan barangnya terbatas. Dua tahun setelah saya tinggal di Paloh baru ada ATM. Alhamdulillah, tak perlu lagi menempuh perjalanan 1 jam hanya untuk ke bank dan ATM.

Hmm….Indonesiaku, pemerataan pembangunan yang timpang antara Jawa dan luar Jawa. Inilah sebabnya banyak yang enggan melakukan transmigrasi, sebab fasilitasnya masih kalah jauh di bandingkan dengan di Jawa. 

Paloh raya, tempat kami  mencari kehidupan,  tempat pohon uang kami tumbuh, tempat kami mencari pengalaman, dan kawan baru. Meski sulit dan keadaan serba terbatas, kami harus bisa beradaptasi dan menyamankan diri di Paloh ini. Mengawali hidup berkeluarga dengan jauh dari sanak saudara, semoga kehidupan kami menjadi jauh lebih baik ke depannya, amin.


Jumat, 03 Oktober 2014

Perjuangan Untuk Hamil

Bagi pasangan suami istri, memiliki anak  seakan menjadi pelengkap kebahagiaan dalam perkawinan mereka. Ada yang memperoleh anak dengan cara yang mudah dan cepat, namun ada juga yang harus melalui penantian panjang dan usaha ekstra keras.

Saya termasuk tipe yang kedua. Belum genap satu tahun perkawinan, saya sudah dilanda keinginan kuat memiliki momongan. Apalagi saat teman saya hamil dan melahirkan bayinya, semakin rindu juga saya akan buah hati. Usaha pertama adalah datang ke bidan, waktu itu kebetulan adalah dokter kandungan yang menjadi relasi bidan tersebut dating ke daerah kami. Saya periksa dan USG dan ternyata kondisi Rahim baik-baik saya. Dokter lalu memberi resep obat berupa vitamin e, axamet dan penyubur kandungan. Setelah obat tersebut ditebus harganya lumayan mahal, hamper 800 ribuan kocek dikeluarkan. Dokter juga menganjurkan untuk berhubungan intim pada hari ke 12-16 dari hari pertama haid, tanpa jeda. Weleh, anjuran ini agak berat dilakukan sebab biasanya setelah lelah bekerja seharian saya dan suami kelelehan pada malam harinya.

Sampai obat habis, saya tak kunjung hamil, lalu saya searching di internet  bagaimana cara mendapatkan kehamilan.  Beberapa anjuran yang saya lakukan antara lain:

1. Minum jus femmie/3 diva. Jus ini terdiri dari wortel, tomat dan apel malang. Namun karena di daerah saya tidak ada yang jual apel malang, maka saya hanya membuat jus dengan komposisi wortel dan tomat saja. Kalau pas ada limau/jeruk saya tambahin pula ke jus tersebut. Jus ini diminum tanpa gula. Bila ingin manis saya tambahin dengan madu.
2.Minum madu setiap hari. Madu ini saya campurkan dengan serbuk kurma muda. Serbuk kurma muda ini banyak juga yg jual secara online.

3. Konsumsi vitamin e. saya minum sebutir/hari, merk ever-e. merek yang lain juga boleh
4. Konsumsi habbatus sauda 2 butir/hari
5.Mengkonsumsi tauge hamper setiap hari.
6. Minum susu prahamil
7.  Mengukur  masa subur dengan system suhu basal. Siklus haid saya termasuk siklus yang tidak teratur jadi agak susah menentukan masa subur.Jadi saya memutuskan mencari masa subur dengan system suhu basal. Untuk mengukur suhu basal saya bermodalkan thermometer digital, selembar kertas untuk mencatat grafik suhu basal saya, dan sebuah senter untuk melihat angka suhu di thermometer digital. Setiap bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur, saya selalu mengukur suhu tubuh saya . thermometer yang malamnya sudah saya bersihkan dengan cairan antiseptic saya kulum di dalam mulut saya. Setelah thermometer berbunyi tut…tut….tut… saya tarik dan saya lihat suhunya. Kemudian saya catat di grafik yang sudah saya buat sendiri.

Selain cara di atas, atas saran beberapa teman, saya juga melakukan pijat perut ke dukun bayi. Namanya juga usaha, karena sudah banyak testimony yang mengatakan berhasil saya pun juga melakukannya. 

Selain usaha lahir, usaha batinpun mesti dilakukan. Berdoa memohon keturunan harus kita panjatkan kepada Tuhan. Saya menghafalkan doa doa seperti yang tertulis di dalam surat Al Furqon: 74, Al Anbiya:89 dan Ali Imron:34. Doa-doa ini saya baca setelah sholat, saat akan meminum jus femmie, minum madu, makan vit e dan habbatus sauda, setelah berhubungan intim dengan suami,  dan saat turun hujan. Jika ada saudara/teman yang umroh/haji sayapun minta titip doa. Tidak lupa meminta bantuan kepada ortu dan mertua untuk turut serta didoakan.

Sesungguhnya manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, Allohlah pemilik segala keputusan. Jika sudah saatnya kita diberi momongan, tentu itu adalah waktu terbaik di sisi Alloh. JIka Alloh belum berkenan, pasti ada hikmah yang terkandung di setiap kejadian. Jadi para calon ibu dan bapak, mari kita tetap senantiasa berusaha dan berdoa, dan hendaklah kita pantang berputus asa.


Kini Engkau Hadir, Nak…

Alhamdulillah, segala syukur kepada Alloh swt. Segala kebesaran, kekuasaan dan keperkasaan hanya milik Alloh. Allohlah sang pemilik cinta, kasih sayang dan hanya Alloh sematalah sebaik-baik pengabul doa.

Sekitar 1,5 bulan yang lalu, ibu mengirim surat rindu untuk engkau sang calon permata hati, kini Alloh berkenan menghadirkan engkau di Rahim ibu, nak. Bahagia…..bahagiaa….bahagia sekali nak. Berlinang air mata ibu karena buncah bahagia. Engkau ibu ketahui hadir saat menjelang Idul Adha 1435 H, usiamu baru 4 minggu sayang. Di Mekkah sana, para jamaah haji sedang wukuf di Arafah, sehingga terpikir dalam hati ibu untuk memanggilmu sementara dengan nama Arafah.

Selain bahagia, ada rasa cemas di hati ibu, akankah engkau sehat dan selamat hingga saatnya ibu menimangmu? Usia kandungan trisemester pertama adalah fase paling rawan, nak. Ibu akan senantiasa berhati-hati menjagamu, dan akan senantiasa mendoakan keselamatanmu, agar kita bisa bertemu kelak dalam keadaan tak kekurangan sesuatu apa.


Nak, ibu masih malu-malu mengajakmu bicara, karena engkau masih keciiiil sekali. Melalui tulisan ini, ibu mencurahkan perasaan bahagia akan kehadiranmu. Sehat selalu ya nak, ibu dan ayah akan menantikanmu lahir ke dunia ini untuk memberikan cahaya pada pandangan mata kami dan untuk perekat perkawinan kami.

Jumat, 22 Agustus 2014

Merindukanmu, Nak...

Dear Nak,….
Nak….apa kabar sayang?Menulis pesan rindu ini membuat ibu berlinangan air mata. Telah lama kami, -ayah ibumu -ini merindukanmu. Rindu ini hadir menyeruak bagai mawar mekar jauh sebelum engkau datang. Kami rindu hadirmu di Rahim ibumu ini nak. Kami rindu hadirmu di tengah-tengah kami nak. Kami rindu menggendongmu, menimangmu, memandikanmu, meninabobokan kamu, membelaimu, dan menciummu. Ingiiiiiin sekali nak, kami bisa memelukmu, menghirup aroma wangi bedak campur minyak telon tubuhmu, menyentuh jari-jari mungilmu. Bahkan ibu sudah rindu, saat ayahmu membelai perut ibu saat engkau masih bersemayam di kandungan ibu.

Melihat ayahmu mengasuh anak tetangga, betapa pedih hati ibu, nak. Lihat, betapa sabarnya ayahmu, betapa pandainya ia menyenangkan hati anak itu, nak.  Kadang ibu dibuatnya cemburu nak, cemburu karena mengapa bukan engkau, darah daging kami sendiri yang ayahmu asuh. Tapi tak mengapa nak, mungkin anak itu hadir untuk menghibur hati kami,  melatih kami supaya handal mengasuhmu saat kau hadir nanti nak. Mungkin anak itu hadir untuk memancingmu supaya segera hadir dan bermain bersama-samanya.

Nak, anakku sayang, sedang apa kau di sana nak?Mungkin kau sedang tidur atau bermain bersama teman-temanmu. Ayah dan Ibu sangat ingin kau hadir menjadi pelengkap kebahagiaan kami. Telah satu setengah tahun nak kami menunggu, sejak ayahmu mengikat janji sebesar Arsy dengan Ibumu. Mungkin Alloh ingin kami menjadi orang yang sabar ya nak. Mungkin pula Alloh punya rencana yang lebih indah daripada rencana ayah dan ibumu ini. Betapapun kami amat sangat merindumu, tapi Alloh lebih tahu kapan waktu yang tepat untuk mempertemukan kita. Hanya doa tak henti kami panjatkan untuk meminta Alloh, sang Maha Pencipta untuk menghadirkan engkau sebagai anugerah terindah dalam hidup ayah dan ibumu.  Ikhtiar juga telah kami lakukan sebatas kami mampu untuk menghadirkanmu, nak. Nak, doakan ayah dan ibumu ya,  semoga kita segera dipertemukan.

Nak, ibu akan menjadi wanita paling bahagia jika engkau hadir nanti. Ayahmu akan menjadi laki-laki paling bangga jika engkau hadir nanti. Akan kami persiapkan segala hal yang terbaik, meski kami tahu kami tak sempurna. Engkau akan kami beri perawatan terbaik, pengasuhan terbaik, penjagaan terbaik, dan pendidikan terbaik. Ibu akan membacakanmu dongeng nak, membacakanmu kisah-kisah Nabi kita, memperdengarkan dan mengajarimu ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ayahmu akan siaga penuh membantu ibu, nak. Ayahmu akan ganti menjaga kamu bila ibu kelelahan, mengganti popokmu, menyanyikan lagu yang indah untukmu, dan kelak jika kau sudah cukup umurmu, akan diajarkan kepadamu segala ilmu dan ketrampilan yang ayahmu miliki. Ah nak, hanya membayangkan itu semua saja telah membuat ibu tersenyum bahagia, apalagi jika kelak engkau bertemu kakek-nenekmu, om-tantemu, budhe-pakdhe, serta sepupu-sepupumu yang lain. Pasti akan meriah hari-hari kami nak.

Terkadang ibu begitu bersemangat dalam berdoa  dan berikhtiar dalam menantikanmu nak. Namun, jika ada orang yang bersuara miring karena ibu belum memilikimu, kadang samangat ibu goyah nak. Teman ibu tempat ibu berlari menumpahkan keluh kesah. Teman-teman ibupun sama dengan ibu, nak, mereka juga merindukan memiliki buah hati. Bersama mereka ibu menguatkan hati ibu untuk terus berprasangka baik atas kehendak Alloh. Kami saling berbagi tips dan iktiar untuk memilikimu. Setiap bulan adalah penantian bagi kami. Jika bukan engkau yang hadir, melainkan si merah, giliran ayahmu yang menenangkan ibu. Ayahmu selalu bilang: Sabar ya sayang, mungkin belum waktu yang tepat, nanti kita berusaha lagi. Betapa terimakasih ibu pada ayahmu nak, ayahmu tak pernah menunjukkan raut muka kecewa bahkan menyalahkan ibumu ini. Ayahmu selalu menasehati ibu, agar supaya jangan terlalu lelah bekerja. Ayahmu juga anugerah terindah dalam hidup ibu, nak, tentu saja selain engkau.

Nak, ayah dan ibu akan selalu merindukanmu. Ibu tidak akan lelah berusaha dan berdoa. Robbana hablana min azwajina wadhurriya tina qurrota’ayyun, waj’alna minassollihin. Ya Alloh anugerahkan kepada kami pendamping dan keturunan yang mampu menjadi menyejuk pandangan kami dan jadikan kami pemimpin orang-orang yang bertaqwa. Robbi habli milladungka dhurriyatan thoyyibah, innaka sami’un du’a. Ya robb, anugerahkan keturunan yang terbaik menurut sisimu, sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya pengabul doa.  Robbii…..latadharni fardwa angta khoirul waritsin. Ya Alloh, jangan biarkan kami hidup tanpa keturunan, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baiknya ahli waris.



Rabu, 06 Agustus 2014

Mudik Lebaran 2014

Begini rasanya mudik, hati membuncah tiada terkira, meski harus ditebus dengan pengorbanan yang tak kecil. Bagaimana tidak, jika perjalanan mudik ini harus ditempuh dengan perjalanan yang amat jauh dan memakan biaya dan waktu yg tak sedikit. Tapi, pengorbanan itu seakan-akan tiada terlihat karena membayangkan kampung halaman dan tanah kelahiran saja sudah begitu membahagiakan. Di sana, menanti orangtua dan sanak saudara yg dirindukan, di sana banyak makanan yang menjadi kegemaran, di sana ada udara-cuaca-air, bahkan bau tanah yg berbeda dari biasanya.

Anehnya, setiap kali bepergian, aku dan suamiku selalu saja rempong oleh berbagai macam persiapan. Pada akhirnya, kami hanya kelelahan yg amat sangat. Tak jarang, kami jatuh sakit pada saat di jalan dan setelah tiba di tujuan. Entahlah, ada saja hal-hal yg sepertinya harus dirampungkan oleh kami sebelum keberangkatan kami. Alhasil, sindrom perjalanan jauh berupa panas-demam-pilek, masuk angin seringkali kami alami.

Bagaimanapun, ini adalah mudik pertamaku yg kami sambut dengan antusias. Rasanya sedih dan menangis saat berlebaran tidak bersama orangtua. Kali ini kami berkesempatan untuk pulang dan merayakan hari raya Idul Fitri bersama orangtua.  

Jumat, 24 Mei 2013

Suami Pilihanku Sendiri*


Proses menuju pernikahan bagi setiap orang memiliki cerita tersendiri. Ada yang simpel, ada yang berliku, ada yang mudah, ada yang susah, ada yang biasa saja, ada yang luar biasa, ada yang romantis dan  ada yang dramatis.

Adalah perjalanan panjang untuk menemukan belahan hatiku ini. Padahal kami dulu adalah teman sekelas, jauh di jaman dulu sewaktu kami masih berseragam putih abu-abu. Selepas SMA, masing-masing kami melalang buana (meski masih di seputaran Jawa sih), menjalani kehidupan masing-masing tanpa pernah berkirim kabar. Komunikasi antar teman pada saat itu masih sangat terbatas, belum ada HP, apalagi FB atau twitter.

Reuni menghubungkan kami kembali setelah 10 tahun terpisah. Itupun ia tak datang ke acara reuni. Namun pada saat itu, hampir semua orang sudah memiliki HP, memiliki akun FB dan beberapa memiliki twitter.  Seorang teman menghubunginya, dan darinya aku memperoleh kontaknya. Awalnya tidak pernah berniat/berpikir bahwa ia akan menjadi “sigare nyawa” (belahan hati). Motivasiku saat itu hanya ingin menyambung pertemanan yang lama tak terhubung. Namun siapa yang bisa menolak takdir. Seiring waktu, kami menjadi dekat, dan semakin dekat. 

Proses menikah bukanlah proses yang bisa terbilang indah atau romantis.  Tidak ada  bunga mawar, tidak ada lamaran dengan berlutut, tidak ada lilin redup dan makan malam romantis. Semua itu tidak ada. Yang ada adalah pergulatan batin, pergulatan pikiran, pergulatan  emosi, tangis dan airmata bahkan konflik hingga akhirnya kami menikah. Membutuhkan diskusi panjang baik dengannya, dengan orangtua, saudara, dan sahabat dalam  proses menuju pernikahan.  Ketika pada akhirnya menikah, hanya satu keyakinanku diatas semua keraguanku, “dia orang baik, sekarang maupun di masa lalu sepanjang ingatanku, maka akupun berharap kelak ia akan menjadi suami dan ayah yang baik bagi anak-anakku kelak” .  Kupilih engkau karena itu dan  karena engkaupun memilihku.

Bukan cita-citaku menikah di usia yang matang. Sejak dulu aku berharap bisa menikah di usia muda.  Berbagai proses perjalananku dengan beberapa lelaki tidak menemukan kata kesepakatan. Bukan dariku, tapi dari diri mereka. Dalam tradisi ketimuran memang perempuan hanya bisa memilih dari mereka yang memilihnya. Meski tak menutup kemungkinan perempuan mengajukan pilihan, namun itu masih sangat jarang dan hanya sedikit yang memiliki keberanian. Pihak ke-tiga bisa menjadi mediator atau penghubung. Bahasa gaulnya adalah menjadi makcomblang. Nah, semua lelaki yang berhubungan denganku sebelumnya adalah hasil pengajuan makcomblang, dan karena aku lelah dan kadang terluka hati mengalami kegagalan, maka aku bertekad memilih sendiri  pasangan hidupku. Bila terlalu tabu perempuan mengajukan diri, maka bertindak sedikit agresif mendekati bukan suatu masalah. Agresif bukan berarti merendahkan diri dan bersikap tidak anggun. Agresif berarti bersikap proaktif dan memikat dengan kepribadian yang baik. Dan inilah dia, suami pilihanku sendiri. Dan hari bahagia itupun pada akhirnya terlaksana. Happy sweety wedding. 12-11-2012


* Judul ini aku pilih, sama dengan salah satu kalimat yang terdapat dalam salah satu novel dari NH.Dini  (judul novelnya aku lupa).



Sabtu, 20 Oktober 2012

Belajar yang Dibayar

Naaah..........sekarang statusnya lebih mentereng
Jika ditanya orang:
Bekerja dimana mbak?
Jadi apa?

Aku bisa menjawabnya, bahkan dengan sedikit bangga.
Kata temanku, bekerja itu sama halnya seperti belajar yang dibayar. Ya benar sekali. Bagaimana tidak?Jika segala sesuatunya harus dipelajari sendiri, soft skill yang mungkin tidak pernah diajarkan di perkuliahan, ketrampilan dalam pekerjaan yang melintasi bidang yang bukan bidang kita.

Atas inspirasi seorang teman, aku ingin membuat catatan harian tentang pekerjaanku, agar aku bisa mengintrospeksi diri, bukan hanya mengenai kemajuan pekerjaanku, namun juga berbagai rasa yang mewarnai pekerjaanku. Ini akan sangat membantuku ketika aku harus membuat sebuah evaluasi.

Yaa......ide yang menarik. Sepanjang mana ingatan?Bagiku, sepanjang catatan tertulis di buku harianku...:)
Mulai menikmati hidup, mulai menikmati belajar yang menyenangkan, sebab kali ini aku dibayar...:)




Kamis, 18 Oktober 2012

Membumbung seperti Dandelion

Pernah meniup bunga dandelion? Wushh......tiup perlahan saja di dekat mulutmu, arahkan ke atas......... maka.........lihatlah....... pemandangan yang menakjubkan di depanmu. Mahkota dandelion yang rapuh akan beterbangan ke angkasa membawa serta benih-benih bunganya. Berputar menari dalam hembusan angin, ke arah mana saja angin akan membawanya.



Seperti itu pula hatiku...........membumbung terbang tinggi...............bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..................
Rasa yang seakan ingin meledakkan ruang hatiku, karena bumbunganyyaaa.......rasa yang ingin menyebar kemana-mana seperti mahkota-mahkota dandelion yang terbang ke segala arah.

Oleh sebab apa??????????
oleh sebab...............(kasih tau ga yaa???????)..................

Rasa ini membuatku ingin tersenyum sepanjang hari. Jika aku tak pandai menahan rasa ini, ingin aku tersenyum terus, tapi tentu saja tidak bisa. Aku harus menahan diri bersikap wajar, meski hatiku melonjak dan meledak oleh bahagia....aku ingin berjingkrak-jingkrak jika tidak ingat usia. Hahahaha.........bahagia bisa mengubah seorang dewasa menjadi seorang anak kecil.

Ah semoga bahagia ini menjadi pengiring di sepanjang langkahku. Satu demi satu impianku terwujud. Satu demi satu, aku bisa mengganti air mata dengan senyuman bahagia.

Tuhan yang Maha Pemurah, terimakasih...........Engkau mengabulkan doaku dan doa semua orang. Mudahkan dan lancarkan urusanku, limpahkan rejekiku dan rejeki keluargaku untuk segera melaksanakan janjiku kepadaMu. Amin YRA

Minggu, 09 September 2012

Autisme

Apa sih autisme itu?
Anak dengan autisme adalah anak yang mengalami gangguan neurologikal yang berpengaruh pada fungsi otak. Tiga area dasar simptom yang merupakan karakteristik dari anak dengan autisme yakni kerusakan pada hubungan sosial, komunikasi sosial dan imajinasi (Secile-Kira, 2004., Wing dalam Happé, 1994). Anak dengan autisme juga mengalami gangguan sensoris, gangguan perilaku, dan gangguan emosi, serta keanehan dalam pola perilaku bermainnya (Widihastuti, 2007). 

Autisme termasuk Gangguan Pervasif
Autis berasal dari kata ”auto” yang berarti sendiri. Anak dengan autisme seakan-akan hidup di dunianya sendiri (Handojo, 2003). Autisme di dalam DSM-IV-TR ditempatkan di bawah kategori gangguan perkembangan pervasif. Kata ”pervasif” menyatakan bahwa seseorang menderita kerusakan di dalam, meliputi keseluruhan dirinya (Peeters, 2009). Menurut Widihastuti (2007), autisme di golongkan sebagai gangguan pervasif karena banyak segi perkembangan psikologi dasar anak yang terganggu berat secara bersamaan seperti fungsi kognitif, emosi, dan psikomotorik anak. Gangguan perkembangan pervasif dicirikan oleh adanya kerusakan berat di beberapa area perkembangan seperti ketrampilan interaksi sosial timbal balik, ketrampilan komunikasi, atau hadirnya perilaku, minat dan aktivitas stereotip atau gerakan berulang-ulang yang tidak bertujuan (DSM-IV-TR). Beberapa kelompok gangguan lain yang termasuk dalam gangguan perkembangan pervasif antara lain gangguan Rett, gangguan disintegrasi anak, gangguan asperger, gangguan perkembangan pervasif yang tidak ditentukan. 


Jumat, 07 September 2012

Rabbits...Oww..so cute

Hai...hai....
Salam kenal
Ini looh mbak Lita kelincinya
Ini jenisnya Fuzzy Loop
kenapa dinamain Loop?
karena telinganya jatuh menjuntai ke bawah
Lucu kaan....
Klo masih kecil telinganya masih tegak
tapi seiring bertambahnya umur, telinganya nanti lama-lama akan jatuh juga...
Soo...pilih yang mana??
(mama sama papanya pengecualian ya)
Silihkan di lihaat ya mbaak...

papa kelinci (muno)

mama kelinci (mini)


anak-anak ma-pa cici

bulunya kombinasi mama & papa kelinci
(si kiko)
asyik bobo2an

warnanya coklat ikut papa kelinci,
dikasih nama "chocho" saja yaa...

ini juga kombinasi mama+papa kelinci
namanya "swity"

si putih, "mimi"

so cute...

Kikoo....jangan liat belakang..tu..ada yg naksir...

Naaa...gitu Kiko...siip....comel nian kau bergaya...

eeeh..jangan gigit2 itu, Kikoo...
Mamakmu belum kasih sayuran yaa...

Warna korneanya hitam, mbak Litaa... 

Rabu, 05 September 2012

Mengasihi tidak harus Memberi

Saat kau berhenti di lampu merah dalam perjalananmu
Pernahkah mengalami perasaan tidak nyaman?
Ada begitu banyak peminta-minta
dari anak-anak yang masih sangat kecil
hingga embah-embah yang telah di makan usia
Seringnya justru ibu-ibu atau bapak-bapak setengah baya
beracting sakit atau justru mengendong bayi
Ada yang duduk di pinggir jalan dekat lampu dapil sambil menggapai-gapai ke arah pengendara
Ada pula yang berjalan mengulurkan tangan kepada setiap pengendara

Ada-ada saja pengendara yang jatuh kasihan
diberikannya uang recehan hingga ribuan
Batinku selalu bergolak pada saat itu
Namun aku menahan diriku
menahan untuk tidak memberi
kecuali pada peminta-minta yang telah amat sangat renta

Senin, 03 September 2012

Singgle but Not Available

Aku tertawa dan senyum-senyum sendiri menuliskan judul blogku ini
Semacam penyakit kejiwaan nomor 107...
Bukaaaan....bukan nona...bukan abang
Semacam kesenangan yang menyakitkan (halah, semakin ga jelas)
Ini adalah sebentuk potret status nan tidak jelas

Banyak orang (mungkin) yang memiliki status itu
Mungkin karena tidak ada data statistik yang jelas.
Seberapa akurat sih status seseorang yang mereka tuliskan di fesbuk mereka?
Status complicated bisa berarti macam-macam, tapi menurutku status SNA (singgle but not available) tidak termasuk didalamnya.
SNA berbeda dari HTS (hubungan tanpa status)
HTS adalah semacam teman tapi mesra. Bukan kekasih, bukan pacar, bukan tunangan, apalagi suami atau istri, tapi hubungan itu penuh kasih mesra.
Kalau SNA itu semacam orang-orang yang takut mengumumkan hubungannya dengan seseorang pada dunia. Berbagai alasan menyertainya. Hakikatnya...SNA adalah sebuah bentuk status in relationship tersembunyi.
Kenapa?Apa alasannya?
1. bisa jadi orang-orang yang memiliki SNA adalah semacam golongan orang-orang yang menganut paham Married Yes, Pacaran No
2. hubungan SNA dengan pasangannya belum kuat, artinya belum ada kejelasan akan berlanjut ke pernikahan atau tidak
3. orang-orang SNA ingin menjadi kejutan pada orang-orang sekitarnya, diam-diam menjalin asmara, tiba-tiba mengumumkan pernikahannya. Taraaaa.....surprice!!!. Ia suka pada membuat syok terapi, hehehe...
4. orang SNA belum yakin dengan hatinya
5. Orang SNA adalah orang yg menjalani cinta backstreet
6. rencana pernikahan masih jauh, atau masih terkendala berbagai hal

Hmm...apalagi yaa??
Mungkin kau bisa menambahinya...
Hati-hati dengan SNA ini. Boleh saja ia menuliskan statusnya singgle, namun sesungguhnya pada saat itu hatinya tertutup untuk cinta lain, sebab hatinya telah terisi oleh seorang tercinta

Singgel but Not Available, misteri...namun penuh curiosity...:D



Minggu, 02 September 2012

Cinta-pun perlu dihangatkan kembali

Adakah yang stagnan di dunia ini?. Mungkin hanya sedikit atau bahkan tidak ada. Dunia berputar pada porosnya. Musim berganti sepanjang masa. Bintang-bintang beredar pada garis yang telah ditetapkannya, namun tetap saja, akan ada pergeseran di suatu masa. Makhluk hidup berevolusi menurut sejarah purbakala. Usia merangkak bertambah maju, tidak pernah mundur. Benda-benda mekanispun akan mengalami fase keausan di suatu masa. Apalagi segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia. Berhubungan dengan cinta.

Pada awal bertemu, terasa menggebu. Kemudian terbiasa, dan menjadi rutinitas.
Pada waktu bersama, terasa begitu erat dan tak tergantikan. Kemudian berpisah dan masing-masing berkutat dengan kesibukan.
Perlu suatu perlakuan agar kembali hangat dan menggairahkan.
Bila semua berlalu begitu-begitu saja, ubahlah. Berilah sentuhan yang berbeda. Berilah warna yang berbeda. berilah segala sesuatu yang berbeda. Tidak selalu dramatis, cukup perubahan yang kecil saja.
Bila ingatanmu semakin pudar, maka bertemulah. Yakinlah, maka hubunganmu yang mungkin terenggang akan kembali mengerat.
Kebersamaan, akan membangkitkan kenangan yang pernah ada.  Menghabiskan waktu bersama akan kembali menambah kenangan akan cerita diantara kau dan dia (mereka). Jika ada kesempatan bertemu teman lama, ambillah, insyaalloh akan begitu banyak manfaat yang didapatkan. Siapa yang menyambung silaturohmi, maka kebaikan akan melingkupinya.

Awal September, selamat reunian.....*.*





Bermainlah...maka kau akan bahagia

Ah...itu adalah salah satu karakteristik bahagia menurut dosen seniorku, bu JEP...bu Johana E. Prawitasari.
Dosen luar biasa dengan segala talenta, penuh kasih dengan mahasiswanya, dosen yg memberi tugas yang merangsang mahasiswa mengeluarkan segala sumber daya untuk menyelesaikannya. Tugas yang tidak biasa, sebab tidak melulu teori, namun terkadang mahasiswa justru diminta membuat sebuah tugas yang finalnya adalah menelurkan teori. Teori yang sangat indigenous. Bukan berkiblat pada tokoh barat. Beliau ingin membuat sebuah Psikologi Nusantara, Psikologi yang membumi pada masyarakat Indonesia. Tugas lain yang cukup berkesan padaku, adalah sebuah proyek penelitian yang bersifat makro. Penelitian yang bersifat pengabdian masyarakat. Ah... aku malah melantur kemana-mana, pokoknya beliau dosen yang te-o-pe banget lah...

Kembali ke bahasan semula. Bermainlah maka kau akan bahagia. Bahagia itu ketika kau bisa bekerja, belajar, bermain, dan bercinta. Aiih...jangan ngeres membaca tulisan bercinta. Ini dalam memiliki definisi dengan spektrum luas. Lebih tepatnya berkasih-kasihan, tidak melulu lawan jenis, namun termasuk juga dengan teman, sahabat, orangtua dan lain sebagainya.

Naah terkait dengan bermain tadi...yaaaa....akhirnya aku bisa bermain. Salah satu kaul setelah sidang. Bermain pada fase ini terasa lebih syah dan memiliki kepantasan. Sebuah hadiah setelah bekerja keras dan berkutat meraih sebuah gelar.
Taman Pelangi menjadi tujuan. Sekalian menemani seorang teman yang berkunjung ke Jogjakarta demi sebuah (atau banyak) keperluan. Aji mumpunglah.
Di sinilah aku melepas kepenatan, di sinilah aku melepaskan semua beban. Memutari area Monjali (Monumen Jogja Kembali) yang pada waktu malam di sulap menjadi sebuah taman lampu-lampu dan lampion. Dilengkapi pula dengan beberapa permainan untuk anak-anak kecil. Juga ada puri hantu. Ah...senyumku berkembang cerah. Senyum yang lepas. Senyum yang sebenarnya senyum, bukan senyum yang mengandung beban dan kesedihan.

Kamis, 30 Agustus 2012

The Miracle Worker


Sebuah film yang tidak pernah bosan saya tonton, meskipun telah berulang kali saya menontonnya.

Sebenarnya awal ketertarikan akan film ini karena melihat tokoh anak yang begitu menggemaskan sih, so cute banget lah. Plus baju-bajunya yang cantik-cantik dan lucu-lucu, hihihi. Tapi selanjutnya begitu menyimak kisah selanjutnya, semakin saya terpesona, dan makin terpesona pada film ini.

Film ini bercerita tentang kisah seorang guru (Annie Sullivan) yang mendapatkan tantangan untuk mengajari seorang anak dari keluarga kaya raya (keluarga Keller) yang mengalami multi kecacatan seperti buta, tuli, dan bisu dan berperilaku liar (penuh kemarahan, menyerang orang lain, menyakiti diri sendiri). Kondisi ini jelas bisa membahayakan keselamatan orang lain maupun diri anak sendiri.

Rabu, 29 Agustus 2012

“CHILDREN OF A LESSER GOD”


Sumber gambar: http://www.google.co.id/search?client=opera&rls=en&q=film%20CHILDREN%20OF%20A%20LESSER%20GOD&oe=utf-8&channel=suggest&um=1&ie=UTF-8&hl=id&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=hVo-UIv5LITJrAfAqIC4DA&biw=991&bih=411&sei=iVo-UIzhIcTmrAf234DQAQ


Film ini bercerita tentang pengabdian seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah dengan murid-murid yang memiliki kebutuhan khusus, yakni anak-anak yang mengalami tuna rungu. Guru tersebut pada awalnya sudah memiliki berpengalaman mengajar di berbagai sekolah normal di kota-kota besar. Mungkin karena sebuah panggilan jiwa, ia kemudian berhijrah ke sebuah kota kecil untuk mengajar di sekolah untuk anak-anak tuna rungu. Guru tersebut punya keahlian khusus, yakni mampu berbicara dengan bahasa isyarat karena pernah bekerja sebagai penyiar televisi dengan bahasa isyarat untuk orang-orang tuna rungu.
Menjadi guru adalah sebuah pekerjaan yang mulia. Ia memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus. Pengetahuan akan bidang yang diajarnya, juga memerlukan keahlian dan ketrampilan untuk mengajar bidang yang diajarnya. Apalagi mengajar untuk anak-anak yang tidak biasa, anak-anak yang memiliki keterbatasan di salah satu indra fisiknya, maka semakin dibutuhkan keahlian dan ketrampilan khusus tersebut.
Salah satu komponen yang sangat mempengaruhi jalannya proses belajar-mengajar adalah kehadiran seorang guru. Pengalaman saya sebagai seorang murid yang pernah diajar oleh berbagai guru dari semenjak Taman Kanak-Kanak hingga kini menjadi seorang mahasiswa pasca sarjana, guru dapat mempengaruhi ”ketertarikan”-”antusiasme”-”semangat”-”rasa keingintahuan”- seorang murid kepada bidang yang diajarkannya. Suasa hidup atau kelesuan di dalam kelas juga di tentukan bagaimana gaya mengajar seorang guru. Guru yang sangat atraktif dan dinamis baik dari ekspresi muka dan intonasi suara dan tanpa mengesampingkan pada penguasaan materi akan menghasilkan suasana kelas yang hidup. Murid-mirid juga akan cenderung untuk aktif di dalam proses pengajaran. Namun jika yang terjadi sebaliknya, guru bersifat monoton, dan tidak memiliki inovasi dan kreatifitas dalam mengajar cenderung membuat peserta didik untuk lesu dan tidak bergairah dalam mengikuti pengajaran di kelas. Mudah bosan, ngantuk dan tidak ”ngeh” dengan materi yang disampaikan adalah fenomena yang banyak dijumpai pada peserta didik jika guru tidak kreatif dan inovatif dalam mengajar. Kesukaan atau ketidaksukaan seorang murid pada suatu mata pelajaran atau mata kuliah juga banyak ditentukan oleh siapa guru yang mengajar tersebut.

Law of Attraction -The Secret-


Suatu waktu, saya pernah merasa frustasi dengan kenyataan hidup yang tak sesuai dengan yang saya harapkan. Saya menulis “status” di facebook  kira-kira seperti ini:
“How can I change the world?
I can’t change the world,
Because I’m sure I can’t change your mind,
Where the miracle I need now?”

Setelah saya menonton film “The Secret”, saya temukan jawabannya. Untuk mendapatkan sebuah keajaiban bahkan banyak keajaiban yang mengelilingi kehidupan kita, kita tidak perlu mengubah orang lain, atau bahkan mengubah dunia untuk mendapatkan keinginan yang akan membahagiakan hidup kita. Satu-satunya yang harus diubah adalah DIRI KITA SENDIRI.
Film “The Secret” menguraikan sebuah cara yang sebetulnya mudah dilakukan orang, tapi karena ketidaktahuan atau ketidakmengertian, maka sering diabaikan orang. Film “The Secret’ memberitahu kita cara untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan, baik kebahagiaan-kekayaan-kemakmuran-kesejahteraan-kesehatan-pasangan hidup-atau apapun yang kita inginkan, dengan mematuhi sebuah hukum alam yang sangat kuat yang bekerja di jagad raya ini. Hukum ini disebut: HUKUM KETERTARIKAN atau GAYA TARIK atau DAYA TARIK.
Hukum ketertarikan menyatakan: “hal yang sama atau mirip akan menarik hal yang sama atau mirip pula”. Seseorang akan cenderung tertarik kepada seseorang yang memiliki kemiripan dengannya, baik dalam hal hobi, makanan kesukaan ataupun selera. Begitu pula dengan hukum tarik-menarik yang bekerja di alam semesta. Jika kita tertarik pada sesuatu, maka seisi alam semesta akan tertarik pada minat kita.
Kita ibaratkan diri kita seperti sebuah magnet. Kita dapat menarik apapun yang kita inginkan. Pikiran itu memiliki gelombang frekwensi. Bayangkan apapun yang kita inginkan (misalnya mobil baru, kemewahan), sinyal pikiran ini akan dipancarkan ke alam semesta. Pikirkan secara konsisten, berulang-ulang. Kita wajib mempertahankan apa yang ada di pikiran kita. Yakinkanlah dengan sejelas-jelasnya dalam pikiran kita mengenai apa yang kita inginkan. Dari sinilah kita akan menggunakan hukum ketertarikan ini. Kita dapat menarik apapun yang kita inginkan, berdasarkan kekuatan imajinasi yang ada ada dalam pikiran kita, berdasarkan apa yang kita pikirkan.
Hukum ketertarikan memiliki sifat universal dan netral. Alam semesta hanya merespon apa yang kita pikirkan, tidak perduli, apakah yang kita pikirkan itu sesuatu yang diinginkan atau tidak, sesuatu yang positif atau tidak, sesuatu itu baik atau buruk. Jadi, kita harus berhati-hati dengan yang kita pikirkan. Jika kita memikirkan tentang kesusahan maka akan datang lebih banyak kesusahan lagi. Jika mengeluh, maka akan datang lebih banyak bencana lagi.
Hukum ketertarikan berkata:”kami akan memberikan apa yang anda katakan dan anda perhatikan”. Jika kita bersikap positif dalam berpikir dan menata tujuan hidup, maka kita cenderung menarik orang-keadaan- kejadian yang positif juga. Sebaliknya, jika kita bersikap negatif, sangat pemarah, maka kita pasti cenderung menarik orang untuk bersikap negatif dan pemarah juga. Maka, jangan terlalu memperhatikan apa yang tidak diinginkan, ditakutkan, atau yang dihindari. Perhatikan saja apa yang sepenuhnya menjadi keinginan kita, maka hal yang kita inginkan akan semakin cepat terjadi. Ini adalah konsep yang mungkin sulit untuk dipahami, tapi jika kita mulai membuka diri, mau menerimanya, maka inilah yang akan mengubah hidup kita.