Memasuki usia kehamilan ke 8 saya mulai merasakan pusing-pusing dan mual
yang terkadang disertai muntah. Rasa pusing dan mual tidak selalu menyerang di
pagi hari, namun juga di sembarang waktu entah siang atau malam. Biasanya saya
bisa redakan dengan meminum teh hangat. Nafsu makan mulai berkurang. Saya pun
merasakan cepat capek dan malas. Jadi saya lebih banyak rebahan dan
tidur-tiduran. Semenjak hamil, suami melarang saya untuk naik motor sendiri, jadi sayapun
tidak bisa kemana-mana. Hiburan yang bisa saya lakukan ya hanya berlayar di
internet dan menuliskan perkembangan dedek bayi dari minggu ke minggu. Masuk usia kehamilan
ke-9, saya masih merasakan hal yang sama. Tapi bagi saya bulan ini terasa
istimewa, sebab ada dua peristiwa bersejarah di dalamnya. Pertama, bulan ini
adalah bulan kelahiran suami, dan yang kedua, di bulan ini pula kami menikah.
Kehamilan ini adalah salah satu hadiah terbaik yang diberikan Alloh swt.
Ini adalah pahatan dan ukiran setiap kisah., sebentuk cerita, pelajaran, cinta dan airmata di sepanjang perjalanan kehidupan.
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 November 2014
USIA KEHAMILAN 7 MINGGU
Apa yang dirasakan setiap
wanita hamil bisa saja berbeda-beda. Memasuki usia kehamilan 7 minggu saya
masih bebas beraktivitas tanpa terganggu oleh mual dan muntah. Saya hanya
merasakan peningkatan nafsu makan, sampe dibilang tambah cubby sama tetangga.
Keinginan untuk makan makanan yang masam-masam dan kecut-kecut juga meningkat.
Perubahan fisik yang saya rasakan terdapat pada PD yang tambah berat, lembut
dan membesar. Apapun itu saya sangat happy selama proses kehamilan ini. Semoga
seterusnya saya dimudahkan dan dilancarkan dalam menjalani kehamilan.
-Happypregnant-
Rabu, 15 Oktober 2014
Hamil minggu ke-6
Hamil
adalah kondisi yang amat membahagiakan bagi calon orangtua yang amat
mendambakan kehadiran seorang anak. Di balik kebahagiaan itu, pengorbanan
orangtua terutama ibu di mulai semenjak ia masih hamil muda.
Di usia kehamilan minggu ke-6 ini saya merasakan
keinginan untuk memakan makanan-makanan tertentu. Apakah ini yang di sebut
ngidam? Mungkin iya. Yang membuat saya agak tertekan, makanan2 itu tidak bisa
dituruti oleh suami saya karena memang tidak ada di tempat kami tinggal.
Melihat raut muka saya yang begitu menginginkan, namun tidak bisa tercapai
mungkin membuat suami saya sedih. Bagi saya hal ini membuat kepala saya menjadi
pusing. Selain itu saya harus betul-betul menjaga asupan makanan saya ke tubuh.
Sekarang,
sudah tidak bisa makan sembarang makanan. Tidak boleh makan makanan yang
terlalu manis, terlalu asin, terlalu masam, terlalu pedas. Tidak boleh lagi
minum kopi dan tidak boleh lagi minum terlalu banyak teh. Stop makan mi instan
dan makanan beku. Stop makan kripik2 yang banyak michin. Waduuuh.......ini baru
yg namanya diet.
Kini sayapun harus membatasi aktivitas saya. Saya
yg sebelumnya menjadi pengajar les anak-anak harus meliburkan semua anak-anak
murid saya, paling tidak hingga tri semester pertama terlewati. Keluar untuk
belanja harus ditemani oleh suami, karena jalan yang tidak halus membuat suami
saya memperketat penjagaannya. Ini mungkin bentuk kasih sayangnya kepada saya.
Kehamilan ini adalah yang pertama setelah penantian selama dua tahun, jadi
suami saya benar-benar berusaha menjaga kehamilan saya agar tetap sehat dan
selamat.
Satu hal yang membuat saya agak bersedih, di
tempat kami, belum ada fasilitas USG baik di bidan, puskesmas maupun dokter.
Paling dekat jika mau USG kami harus pergi ke RS. Sambas. Padahal kami sudah
sangat ingiin sekali melihat janin kami. Tapi hal ini tentu saja tidak bisa
kami lakukan sebelum usia kehamilan saya 3 bulan. Jalan yang rusak dan sangat
jauh (kurang lebih 1,5 jam) membuat kami harus menunda keinginan tersebut.
Semoga nanti ada dokter dari Singkawang yang berkunjung di tempat kami dan
membawa alat portable USG.
Semoga kehamilan ini berjalan dengan sehat dan
lancar. Lindungi janin yang ada di rahimku ini ya Rahman. Berikanlah rezki yang
melimpah dan barokah kepada suamiku, jauhkanlah kami dari gangguan jin dan
manusia yang terkutuk. Amin.
Jumat, 03 Oktober 2014
Perjuangan Untuk Hamil
Bagi pasangan suami istri, memiliki anak seakan menjadi pelengkap kebahagiaan dalam
perkawinan mereka. Ada yang memperoleh anak dengan cara yang mudah dan cepat,
namun ada juga yang harus melalui penantian panjang dan usaha ekstra keras.
Saya termasuk tipe yang kedua. Belum genap satu tahun
perkawinan, saya sudah dilanda keinginan kuat memiliki momongan. Apalagi saat
teman saya hamil dan melahirkan bayinya, semakin rindu juga saya akan buah
hati. Usaha pertama adalah datang ke bidan, waktu itu kebetulan adalah dokter
kandungan yang menjadi relasi bidan tersebut dating ke daerah kami. Saya periksa
dan USG dan ternyata kondisi Rahim baik-baik saya. Dokter lalu memberi resep
obat berupa vitamin e, axamet dan penyubur kandungan. Setelah obat tersebut
ditebus harganya lumayan mahal, hamper 800 ribuan kocek dikeluarkan. Dokter juga
menganjurkan untuk berhubungan intim pada hari ke 12-16 dari hari pertama haid,
tanpa jeda. Weleh, anjuran ini agak berat dilakukan sebab biasanya setelah
lelah bekerja seharian saya dan suami kelelehan pada malam harinya.
Sampai obat habis, saya tak kunjung hamil, lalu saya
searching di internet bagaimana cara
mendapatkan kehamilan. Beberapa anjuran
yang saya lakukan antara lain:
1. Minum jus femmie/3 diva. Jus ini terdiri dari
wortel, tomat dan apel malang. Namun karena di daerah saya tidak ada yang jual
apel malang, maka saya hanya membuat jus dengan komposisi wortel dan tomat
saja. Kalau pas ada limau/jeruk saya tambahin pula ke jus tersebut. Jus ini
diminum tanpa gula. Bila ingin manis saya tambahin dengan madu.
2.Minum madu setiap hari. Madu ini saya campurkan
dengan serbuk kurma muda. Serbuk kurma muda ini banyak juga yg jual secara
online.
3. Konsumsi vitamin e. saya minum sebutir/hari,
merk ever-e. merek yang lain juga boleh
4. Konsumsi habbatus sauda 2 butir/hari
5.Mengkonsumsi tauge hamper setiap hari.
6. Minum susu prahamil
7. Mengukur masa subur dengan system suhu basal. Siklus haid
saya termasuk siklus yang tidak teratur jadi agak susah menentukan masa subur.Jadi
saya memutuskan mencari masa subur dengan system suhu basal. Untuk mengukur
suhu basal saya bermodalkan thermometer digital, selembar kertas untuk mencatat
grafik suhu basal saya, dan sebuah senter untuk melihat angka suhu di thermometer
digital. Setiap bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur, saya selalu
mengukur suhu tubuh saya . thermometer yang malamnya sudah saya bersihkan
dengan cairan antiseptic saya kulum di dalam mulut saya. Setelah thermometer berbunyi
tut…tut….tut… saya tarik dan saya lihat suhunya. Kemudian saya catat di grafik
yang sudah saya buat sendiri.
Selain cara di atas, atas saran beberapa teman, saya juga
melakukan pijat perut ke dukun bayi. Namanya juga usaha, karena sudah banyak testimony
yang mengatakan berhasil saya pun juga melakukannya.
Selain usaha lahir, usaha
batinpun mesti dilakukan. Berdoa memohon keturunan harus kita panjatkan kepada
Tuhan. Saya menghafalkan doa doa seperti yang tertulis di dalam surat Al
Furqon: 74, Al Anbiya:89 dan Ali Imron:34. Doa-doa ini saya baca setelah
sholat, saat akan meminum jus femmie, minum madu, makan vit e dan habbatus
sauda, setelah berhubungan intim dengan suami, dan saat turun hujan. Jika ada saudara/teman
yang umroh/haji sayapun minta titip doa. Tidak lupa meminta bantuan kepada ortu
dan mertua untuk turut serta didoakan.
Sesungguhnya manusia hanya bisa berusaha dan berdoa,
Allohlah pemilik segala keputusan. Jika sudah saatnya kita diberi momongan, tentu
itu adalah waktu terbaik di sisi Alloh. JIka Alloh belum berkenan, pasti ada
hikmah yang terkandung di setiap kejadian. Jadi para calon ibu dan bapak, mari
kita tetap senantiasa berusaha dan berdoa, dan hendaklah kita pantang berputus
asa.
Kini Engkau Hadir, Nak…
Alhamdulillah, segala syukur kepada
Alloh swt. Segala kebesaran, kekuasaan dan keperkasaan hanya milik Alloh.
Allohlah sang pemilik cinta, kasih sayang dan hanya Alloh sematalah sebaik-baik
pengabul doa.
Sekitar 1,5 bulan yang lalu, ibu
mengirim surat rindu untuk engkau sang calon permata hati, kini Alloh berkenan
menghadirkan engkau di Rahim ibu, nak. Bahagia…..bahagiaa….bahagia sekali nak. Berlinang
air mata ibu karena buncah bahagia. Engkau ibu ketahui hadir saat menjelang
Idul Adha 1435 H, usiamu baru 4 minggu sayang. Di Mekkah sana, para jamaah haji
sedang wukuf di Arafah, sehingga terpikir dalam hati ibu untuk memanggilmu
sementara dengan nama Arafah.
Selain bahagia, ada rasa cemas di
hati ibu, akankah engkau sehat dan selamat hingga saatnya ibu menimangmu? Usia
kandungan trisemester pertama adalah fase paling rawan, nak. Ibu akan
senantiasa berhati-hati menjagamu, dan akan senantiasa mendoakan keselamatanmu,
agar kita bisa bertemu kelak dalam keadaan tak kekurangan sesuatu apa.
Nak, ibu masih malu-malu mengajakmu
bicara, karena engkau masih keciiiil sekali. Melalui tulisan ini, ibu
mencurahkan perasaan bahagia akan kehadiranmu. Sehat selalu ya nak, ibu dan
ayah akan menantikanmu lahir ke dunia ini untuk memberikan cahaya pada
pandangan mata kami dan untuk perekat perkawinan kami.
Langganan:
Postingan (Atom)