Saat itu, kau membuka notes kecilmu. Kau perlihatkan sederet syair lagu. Kau memintaku untuk menerjemahkannya. Setelah aku melihat judul itu, aku mengangguk mengiyakan. Hanya berselang satu hari, aku sudah membawakan kertas berisi permintaanmu.......
Seharusnya syair lagu ini sudah sampai di tangan gadis kecil itu. Jika bukan karena sebuah prahara yang mengkaramkan semua cita dan cinta yang mulai tumbuh kepada gadis kecil itu, tentu ia telah mengerti apa makna di balik syair lagu ini. Mungkin sudah takdir. Syair yang tak sampai ini, mungkin menjadi pertanda, bahwa aku memang harus pergi. Bukan atas inginku, namun karena ingin sang takdir.
Seharusnya syair lagu ini sudah sampai di tangan gadis kecil itu. Jika bukan karena sebuah prahara yang mengkaramkan semua cita dan cinta yang mulai tumbuh kepada gadis kecil itu, tentu ia telah mengerti apa makna di balik syair lagu ini. Mungkin sudah takdir. Syair yang tak sampai ini, mungkin menjadi pertanda, bahwa aku memang harus pergi. Bukan atas inginku, namun karena ingin sang takdir.
Maaf
gadis kecil, syairmu mungkin takkan pernah sampai ke tanganmu...
Maka syairmu akan kusimpan disini saja. Semoga suatu saat, saat kau bernjak dewasa, kau akan menemukannya.